04 Mei 2009

Tabel










NamaNIM
Yuananda Nur Basmalah08600014

14 Oktober 2008

MALIOBORO


Terletak di sisi kiri jalan Malioboro jika Anda dari arah utara, sebuah gedung megah, Mal Malioboro, akan senantiasa menyambut Anda yang melewati kawasan terpopuler di Yogyakarta ini. Dengan gedung yang terdiri dari enam lantai, mal ini merupakan mal pertama yang didirikan di Kota Gudeg ini, tepatnya pada tanggal 27 November 1993.

Hadir di Yogyakarta untuk memanjakan dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan kebutuhan sehari-hari, mal ini merupakan pilihan utama bagi para warga Yogyakarta maupun pelancong dari daerah lain yang mengunjungi kawasan Malioboro.

Dengan berbagai tenant yang ada, Mal ini memberikan berbagai pilihan akan jenis produk yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

TENANT
Lower Ground:
Hero Supermarket, Guardian, Mie Menteng, Nokia Priority, Century, Disc Tara, Johnny Andrean, Periplus, Dagadu.

Upper Ground:
Cool & Popeye, Posh Boy, CK, Gosh, Emporium, Buccheri Shoes, Winneta, Lea Jeans, Madonna, Rotelli, Lily Kasoem, Le Sands, Guess, Lee Cooper, Optik Tunggal, Osim, Optik Melawai, Shoeline, Optik Seis, Planet Sports, Hammer, Mc. Donald’s, Fashion Spot, Oke Shop.

First floor:
Sport Station, Es Teller 77, Crisia, Artha Photo, Golf House, Bulletin, Nautica, Sepatu Bata, The Executive, Polo, Giordano, C & F, Kafe Excelso, Salon Rudi Hadisuwarno, Texas, Time Place, Cool & Popeye, Matahari.

Second Floor:
Pizza Hut, Beverly, Shaga Fitness, Bellagio, Osh Kosh B’Gosh, Pesta 42, The Athlete’s Foot, Mie Nusantara, Kidz Station, Reebok, M-Photo Studio, Planet Surf, Matahari.

Third Floor:
Food Point, KFC, Fun World, Matahari.

FASILITAS:
- Eskalator
- Telpon umum
- Keamanan
- Mushola
- Toilet
- ATM

JAM BUKA
Senin-Jum’at: Pukul 09.30-21.00 WIB
Sabtu: Pukul 09.30-21.30 WIB

TIPS & TRIK:
Mal ini dilengkapi dengan fasilitas connecting dengan Hotel Ibis Malioboro.

TUGU JOGJA


Tugu Jogja merupakan landmark Kota Yogyakarta yang paling terkenal. Monumen ini berada tepat di tengah perempatan Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jendral Soedirman, Jalan A.M Sangaji dan Jalan Diponegoro. Tugu Jogja yang berusia hampir 3 abad memiliki makna yang dalam sekaligus menyimpan beberapa rekaman sejarah kota Yogyakarta.

Tugu Jogja kira-kira didirikan setahun setelah Kraton Yogyakarta berdiri. Pada saat awal berdirinya, bangunan ini secara tegas menggambarkan Manunggaling Kawula Gusti, semangat persatuan rakyat dan penguasa untuk melawan penjajahan. Semangat persatuan atau yang disebut golong gilig itu tergambar jelas pada bangunan tugu, tiangnya berbentuk gilig (silinder) dan puncaknya berbentuk golong (bulat), sehingga disebut Tugu Golong-Gilig.

Secara rinci, bangunan Tugu Jogja saat awal dibangun berbentuk tiang silinder yang mengerucut ke atas. Bagian dasarnya berupa pagar yang melingkar sementara bagian puncaknya berbentuk bulat. Ketinggian bangunan tugu pada awalnya mencapai 25 meter.

Semuanya berubah pada tanggal 10 Juni 1867. Gempa yang mengguncang Yogyakarta saat itu membuat bangunan tugu runtuh. Bisa dikatakan, saat tugu runtuh ini merupakan keadaan transisi, sebelum makna persatuan benar-benar tak tercermin pada bangunan tugu.

Keadaan benar-benar berubah pada tahun 1889, saat pemerintah Belanda merenovasi bangunan tugu. Tugu dibuat dengan bentuk persegi dengan tiap sisi dihiasi semacam prasasti yang menunjukkan siapa saja yang terlibat dalam renovasi itu. Bagian puncak tugu tak lagi bulat, tetapi berbentuk kerucut yang runcing. Ketinggian bangunan juga menjadi lebih rendah, hanya setinggi 15 meter atau 10 meter lebih rendah dari bangunan semula. Sejak saat itu, tugu ini disebut juga sebagai De Witt Paal atau Tugu Pal Putih.

Perombakan bangunan itu sebenarnya merupakan taktik Belanda untuk mengikis persatuan antara rakyat dan raja. Namun, melihat perjuangan rakyat dan raja di Yogyakarta yang berlangsung sesudahnya, bisa diketahui bahwa upaya itu tidak berhasil.

Bila anda ingin memandang Tugu Jogja sepuasnya sambil mengenang makna filosofisnya, tersedia bangku yang menghadap ke tugu di pojok Jl. Pangeran Mangkubumi. Pukul 05.00 - 06.00 pagi hari merupakan saat yang tepat, saat udara masih segar dan belum banyak kendaraan bermotor yang lalu lalang. Sesekali mungkin anda akan disapa dengan senyum ramah loper koran yang hendak menuju kantor sirkulasi harian Kedaulatan Rakyat.

Sore hingga tengah malam, ada penjual gudeg (masakan khas Yogyakarta) di pojok Jl. Diponegoro. Gudeg di sini terkenal enak dan harganya wajar. Anda bisa makan secara lesehan sambil menikmati pemandangan ke arah Tugu Jogja yang sedang bermandikan cahaya.

Begitu identiknya Tugu Jogja dengan Kota Yogyakarta, membuat banyak mahasiswa perantau mengungkapkan rasa senangnya setelah dinyatakan lulus kuliah dengan memeluk atau mencium Tugu Jogja. Mungkin hal itu juga sebagai ungkapan sayang kepada Kota Yogyakarta yang akan segera ditinggalkannya, sekaligus ikrar bahwa suatu saat nanti ia pasti akan mengunjungi kota tercinta ini lagi.

IKELDIYO



Akhirnya mimpiku jadi anggoata IKELDIYO terwujud, Pyuh... lihat tu Lambang IKELDIYO yang dibuat mas IQBAL, dalam AD_ART Bintang menggambarkan cita', Kelopak merah 4 pasang menggambarkan untuk mencapai cita' membutuhkan usaha yang keras, Pisang 2 lirang menggambarkan simbol kota Lumajang, 3 garis warna warni menggambarkan isi organisasi ini berbeda latar belakang. Garis oval separoh bermakna penghimpunan, Tulisan IKELDIYO menandakan nama organisasi.
IKELDIYO (IKATAN KELUARGA LUMAJANG DI YOGYAKARTA) sampai saat ini masih bertahan dengan anggota yang pada dasarnya cukup banyak. NB, dalam AD_ART Anggota IKELDIYO adalah Warga Lumajang ataupun yang pernah tinggal di Lumajang yang untuk beberapa waktu tinggalgal menetap di Yogyakarta.
Kemarin saya sendiri sempat ikut dalam acara Musyawarah Besar IKELDIYO dimana memilih Ketu baru dari sebelumnya Iqbal(UGM) terpilih Adit(UGM). Sebenarnya cukup banyak anggota IKELDIYO, semoga nantinya IKELDIYO akan lebih baik dan sebagai warga Lumajang yang sadar menjadi anggota IKELDIYO supaya datang apabila ada undangan atau menghubungi alamat ini jika belum punya contac person IKELDIYO.

13 Oktober 2008

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

JOGJA ISLAMIC BOOK FAIR

UGM-Mandiri Jazz 2008


Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar konser jazz ke-10, yang diberi nama UGM-Mandiri Jazz 2008. Konser yang disponsori oleh Bank Mandiri ini akan berlangsung pada hari Sabtu, 18 Oktober 2008, di Auditorium Grha Sabha Pramana, Kampus Bulaksumur, Yogyakarta.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, konser akan dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama akan menampilkan duo gitar Dewa Budjana dan Tohpati Ario Hutomo yang tergabung dalam kelompok Trisum plus penampilan mantan gitaris Krakatau, Donny Suhendra. Selain memainkan lagu-lagu instrumental, penampilan Trisum juga akan dipermanis dengan vokalis Rio Febrian. Sesi ini akan berlangsung 90 menit, dari jam 19.30 tepat hingga 21.00.

Setelah jeda 15 menit, konser akan dilanjutkan dengan penampilan Idang Rasjidi and Friends. Mereka juga akan memainkan nomor-nomor instrumental, selain menampilkan penyanyi Glenn Fredly dan Rieka Roeslan. Rieka dikenal sebagai mantan vokalis The Groove dan kini memperkuat Lima Wanita.

Yang cukup mengejutkan adalah, bakal tampilnya Dian Sastrowardojo sebagai pemandu acara, dengan ditemani oleh budayawan dan ahli monolog Butet Kartaredjasa. Duet Dian dan Butet ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri konser jazz yang diperkirakan akan berakhir menjelang pukul 23.00 ini. ”Materi konser ini sangat kuat, baik dari sisi musikalitas maupun dari sisi properti panggungnya. Karena itu, saya yakin tiket akan segera sold out beberapa hari sebelum pertunjukan, seperti tahun lalu. Auditorium UGM bisa memuat 4.000 penonton,” jelas A. Tony Prasetiantono, selaku chairman dan produser eksekutif UGM-Mandiri Jazz 2008, yang juga dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini. Ini adalah konser jazz ke-10 yang dia tangani sejak 1987

Informasi lebih lanjut dan tiket pertunjukan silakan hubungi WartaJazz.com Yogyakarta di 0274-512561 dengan mas Ajie/Ceto/Hendy. Harga tiket pertunjukan VVIP 150rb, VIP B 100rb, VIP A 50rb, Festival A 30rb dan Festival B 20rb.

”JOGJA BERHATI NYAMAN ?_?”

Sebagai warga yang serba baru, musti banyak tau hal-hal yang baru, namanya mahasiswa baru, tempat tinggal baru, pikiranynya seharusnya juga baru?...
Aku ini memang baru tinggal di Jogja, baru kemaren 1 ½ bulan kuliah, tepatnya di UIN Jogja, dulu aku memang pengen bener tinggal dan Kuliah di Jogja, dikarenakan sekarang sudak kesampe’an, ya... aku sdikit banyak akan dan harus menyesuaikan bagaiman lingkungan di Jogja itu?_?
Aku itu tau kalo Jogja itu terkenal, siapa yang gak tau Jogja? Banyak sekali pendapat, pikiran, asumsi mengenai Jogja dari berbagai kalangan, mulai dari yang tua sampai yang muda tentunya berbeda.
Sekedar pendapatku, sebelum aku tinggal di Jogja semangat yang membuat aku benar-benar ingin kuliah disana adalah pemikiran bahwa ”Jogja itu kota Pelajar”. Ya sampai sekarangpun ternyata anggapanku dan tentunya anggapan publik juga, hal itu memang benar. Setidaknya hanya dengan melihat kuantitas saja toh sudah jelas, di Jogja banyak terdapat Perguruan Tinggi, Besar-besar, Banyak yang berkualitas, Pelajarnyapun dari berbagai wilayah di Nusantara. Hal itu memang bermanfaat bagiku, bagi pelajar-pelajar, tentunya bagi dunia pendidikan.
Yang sampai sekarang aku belum mendapatkan contok secara spesifik tentang arti ”JOGJA BERHATI NYAMAN” Slogan itu banyak aku temukan di pinggir jalan, di tugu-tugu bangunan, dll. Menurutku Jogja juga Kota yang menarik dunia wisata, nyatanya sering aku melihat turis-turis asing jalan di trotoar, di mal-mal. Tapi apa mereka menetap di Jogja atau tidak aku juga tidak tau-menau, kalau memang untuk menarik perhatian, menyejukkan hati slogan itu memang tepat ”JOGJA BERHATI NYAMAN”
Mungkin aku pernah mendapati kenyamanan itu saat aku naik bus TRANS JOGJA, iya seingatku petugasnya memang ramah-ramah, ya itu juga sudah biasa to, wong dia dibayar pemerintah juga. Lain dengan naik angkot lah ?_? yang aku pikir dan perlu kita bahas, sekarang. ”dengan banyaknya warga luar jogja yang tinggal di jogja (terutama pelajar) apakah itu mempengaruhi pandangan ”JOGJA BERHATI NYAMAN” tentunya dengan berwarna-warninya pelajar atau kita persempit mahasiswa yang merupakan penduduk sementara yang ada di Jogja. Dengan warna-warni itu tentu kita dapat menkaji bahwa sebagian dari pandangan orang terhadap Jogja tentu akan bermacam-macam juga, di televisi juga sering kita dengan yang namanya di Jogja Sering demo, tak jarang juga demo anarkis, sekarang siapa pelaku demo itu?_? ya sementara aku tak pernah menyelidiki hal yang sesungguhnya, tentunya gak cuman warga asli atau mahasiswa asli jogja, bisa jadi kebanyakan kita-kita yang pendatang.
Sekedar ajakan saja, kita-kita yang ngampung hidup di jogja ya menyesuaikan lah, wong jogja punya slogan ”JOGJA BERHATI NYAMAN” masa’ kita Cuman manfaatin kenyamanan hidup disitu doank. Ya singkatnya mungkin ”JOGJA BERHATI NYAMAN” sangat cocok apabila kita asumsikan pada Warga Keraton Jogja Dan Lingkungannya.
kitapun perlu belajar menjaga Kenyamanan Hati Selama Di Jogya demi ”JOGJA BERHATI NYAMAN”

SUKSES DI PERGURUAN TINGGI

Itulah tema dari acara Sosialisasi Pembelajaran di UIN SUKIJO, kampus putih kampus rakyat, kampus perlawanan....
Acara yang dipaket Universitas ini menurutku sangat bagus... penting sekali unntuku sebagai mahasiswa baru... dimana selama tiga hari aku dan teman-temanku ditraining all about mahasiswa, terutama mahasiswa UIN, yang mana harus menerapkan kurikilum integrasi-interkoneksi Hadarah al-Nas, hadarah al-‘ilm, hadarah al-falsafah... yang sebelumnya kesemuanya itu aku gak ngerti menjadi ngerti, diajarin bagaimana menjadi mahasiswa yang sukses, sekses dalam pemblajaran, dan tentunya sukses untuk masa depan... mualai dari penyadaran cara pikir mahasiswa, sampai tingkah laku, juga kepribadian yang seharusnya...
Itu memang gak sembarangan... aku pikir juga bener, mahasiswa itu harus bener2 paham siapa dia, apa hak dia, kewajiban dia, kontribusi dia, yang harus ia lakukan, tanggung jawabnya, dalam tiap2 dimensi mahasiswa harus mengerti dan menunjukkan bahwa ia adalah mahasiswa, bukan siswa lagi... marilah kita bangkit hai mahasiswa !!!!!

OSPEK namanya diganti OPAK teryata gak seserem yang aku bayangin.

Hari itu Rabu 20 Agustus 2008… jadwal dari kampus untuk CAMABA adalah tehnical meeting OPAK(yang aku pikir nama makanan kesukaanku) ternyata (Orientasi Pengenalan Akademik & kemahasiswaan)… seingatku aku disuruh berangkat jam 7… pake kemeja putih celana hitam… sesampainya di kampus pagi itu… namanya CAMABA Fak Saintek(Fakultas Sains dan Teknologi) itu disuruh baris menurut progam studi… setelah itu kami dberi selebaran yang setelah aku baca layaknya lirik puisi yang ternyata berbaris” lagu… … layaknya tanp perkenalan, tanpa pembukaan saat itu kami langsung diajari menyanyi

Disini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samudranya kaya raya
Negeri kami subur Tuhan
Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah luka
Anak kurus tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan Darah juang kami
Padmu kami berbakti

Diatas lirik tu seingatku ada judulnya : Darah Juang

Aku gak tau itu lagu siapa untuk apa, yang jelas dalam pikiranku seakan-akan waktu itu adalah penyadaran pertamakali bagiku bahwa mhasiswa adal agen perubahan. Apalagi kalau disuruh bareng” Ngucap Sumpah Mahasiswa

Kami mahasiswa Indonesia
Bersumpah
Bertanah air satu
Tanah air tanpa penindasan
Berbangsa satu
Bangsa yang gandrung akan keadilan
Berbahasa satu
Bahasa kebenaran

Aku sendiri bingung setelah ngucap sumpah itu, kalo dipikir lalu dimana tanah air mahasiswa, dimana bangsa mahsiswa, bahasa mahasiswa, apakah INDONESIA?

Selain itu kami juga diajak untuk saling membanggakan Fakultas masing-masing, Namanya apel pagi isinya olok-olok’an, saling olok pada Fakultas lain, Tarbiyah: “guru TK......” Dakwah: “PILDACIL....” ISHOSUM: “Sok keren....” USHULIDIN: “Jarang mandi.....” tapi aku juga iget SAINTEK diolok ook: “Bayi tabung.....”
PYUH...... namanya tiga hari itu seingatanku ya gitu-gitu saja, gak ada tugas suruh aneh-aneh seperti OSPEK yang aku bayangkan sebelumnya, malahan yang aku dapat pikiran aneh-aneh dengan kakak kakak yang aneh-aneh juga....
Mikir-mikir dari tadi sebenarnya untuk apa sih aku diajari gitu... aku hubung-hubungin sama title Kampus perlawanan bternyata nyambung juga.... sepertinya inti dari itu semua CAMABA itu diajak menguatkan benih-benih pendemo, ya pedemo, menuju Demokrasi.... ya biarin lah, selanjutnya juga terserah kita... Untungnya gak seharian gitu melulu, aku sih lebih suka materi” dari dosen saat itu... Tapi aku seneng tiga hari OPAK itu kanapa hayo? “Karena tiapa hari dikasih Makan yang enak2 gitu”
Ternyata OSPEK/OPAK gak seserem yang aku bayangin.... gak tau di universitas yang lain....

KULIAH itu KEHARUSAN, UIN SUKIJO itu PILIHAN, YOGYAKARTA itu KEBETULAN.


Sekarang ini ya… aku udah kuliah… tapi aku juga gak sempat mikir dulunya bakalan kuliah dimana? Seingatku dulu waktu SMA, lebih-lebih waktu kelas XII “yang jelas aku harus kuliah, bagaimanapun>dimanapun>harus tetap kuliah” ya itu bagiku Kuliah itu keharusan, nah…. Ngomong-ngomong kenapa aku kuliah di UIN SUKIJO (UIN SUKIJO itu singkatan yang aku buat untuk Universitas Islam Negeri Sunan Kalijogo) sebener’e harusnya disingkat UIN SUKA ya pokoknya itu ez… Di judul di atas aku tulis itu pilihan… pilihan siapa? Tentunya ya pilihan Allah SWT untuk hambanya diriku ini… jujur-jujur’an aja dulu q gak begitu minat bkalan kuliah disitu… tapi yang dengan alur yang telah ditentukan… semua harus dijalani & disyukuri toh… Lagian juga aku harus bangga dengan UIN SUKIJO yang merupakan UIN tertua, Kampus megah dg bangunan terbaru di Jogja, terkenal dengan sebutan Kampus Putih, Kampus Rakyat, Kampus Perlawanan… pokoknya gitu ez… yang paling aku bangga’in lagi ternyata aku kuliah di Yogyakarta… Pyuh, salah satu kota terkenal di Indonesia, yang merupakan Daerah Istimewa di Indonesia… Pyuh… bener” kebetulan UIN SUKIJO tadi ada di Jogja yo palagi kalo temen-temenku itu Tanya, seorang diriku kuliah di Jogja… ya kebetuln aja…kk gak di UGM(g diterima) UNY(sama saja), yo mang sudah pilihan semuanya… dan itu bagiku adalah pilihan terbaik untukku…

masa lalu

Masa lalu tu ya masa yang telah berlalu, kalo sekarang aku dah jadi mahasiswa masa laluku ya saat menjadi siswa. Mulai dari SD sampek SMA. Ngomong-ngomong masa lalu, SD masih kecil ya gitu ez… SMP… yah, gak menarik tuk diingat… kalo SMA mungkin mang mualinya diri kita dewasa ya… jadi banyak sekali pengalaman yang perlu kita ingat untuk jadikan hal yang bermanfaat… jadi inget dalam BTS SMAku ada kata “Memang bener kata emk gue, “Masa SMA adalah masa yang paling indah n gak bakal terlupain sampek kita punya anak, cucu, cicit, mencit” I Love you Emak” Pyuh… kata-kata tu emang kdengarannya agak gimana gitu di telinga kita… tapi ya mang gitu tooo… Yang jelas masa lalu saat SMA tu harus kita jadikan pengalaman untuk lebih baiknya diri kita di masa sekarang dan masa depan selanjutnya… tentunya juga dari masa lalu itu kita kan dah banyak punya bekal… mulai dari bekal pelajarn dari guru’ kita, pelajaran bergaul dengan teman’ kita, dan pelaaajaran” lain yang tentunya lebih berharga dari uang berapapun… tapi memang namanya masa lalu tu sudah biasa juga ada yang menyesalkan… ya termasuk aku juga banyak punya penyesalan (sekarang) tenyang masa laluku dulu yang telah aku lakukan… kenapa dulu aku gini? Kok gak gitu? Pyuh… biarin ez… yang penting selanjutnya aku harus lebih baik… bukannnya orang bijak ialah orang yang tidak mengulangi kesalahannya… ya gitu sekilas tentang masa laluku… gak perlu banya kita ceritaiin tapi perlunya banyak kita jadikan pelajaran berharga kan. Akhirnya dengan ini aku sampaikan penghargaan pada semua insan yang menemani, memberi, mewarnai masa laluku, berjuta terima kasih juga aku haturkan pada kalian, terutama untuk masa laluku di SMA, SMA Negeri 1 Lumajang, masa laluku padamu untuk kesuksesanku kembali padamu…